
cakrawala7.com- Meski baru edisi perdana, Kang Bupati Sugiri Sancoko menaruh harapan besar pada program Desa Hebat.
Ia ingin sebanyak mungkin desa di Ponorogo meraih predikat Wisesa, level tertinggi dalam skema pembangunan desa yang dicanangkan Pemkab Ponorogo.
Tak sekadar menunggu, Pemkab Ponorogo aktif mengawal sembilan indikator Desa Hebat lewat sosialisasi dan pendampingan.
Seperti terlihat di Kantor Kecamatan Balong, Rabu, 3 September 2025. Kang Bupati Sugiri hadir bersama tim pendamping Desa Hebat untuk memberi arahan langsung kepada kepala desa, sekretaris desa, dan operator desa se-Kecamatan Balong.
Kang Bupati menegaskan, program Desa Hebat bukan sekadar indikator statistik atau predikat di atas kertas.
Menurutnya, indikator itu merupakan gambaran realitas sebenarnya yang mengantarkan kepada cita-cita lebih besar, yakni desa berkualitas, pembangunan berkelanjutan, dan masyarakat yang sejahtera.
“Bukan lomba saling mengalahkan, tapi desa-desa yang bersama-sama menghapus kemiskinan, menjaga pendidikan dan IPM, memastikan lingkungan bersih, hingga pengelolaan sampah yang baik. Ini jalan agar desa kaffah sesuai harapan rakyat,” ujarnya.
Ia mengakui perubahan serentak tidak mudah. Namun dengan tekad bersama, ia yakin Desa Hebat akan menjadi gerakan besar.
“Tidak gampang mengubah kebiasaan. Tapi kapan lagi kalau tidak sekarang, siapa lagi kalau bukan kita? Dorongan menuju desa hebat tak bisa dielakkan. Kita harus bangun dari desa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Ponorogo, Agus Sugiarto, merinci sembilan indikator penilaian Desa Hebat.
Ada tata kelola pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan pendidikan, transformasi digital, inovasi pangan, ketahanan pangan, serta pengembangan budaya dan pariwisata.
Setelah sosialisasi, perangkat desa diminta segera bergerak memenuhi data dan dokumen pada Oktober-November 2025. Selanjutnya, tim gabungan perangkat daerah akan melakukan verifikasi administrasi dan lapangan.
“Selama empat bulan, lurah dan camat akan dipantau, apakah setelah sosialisasi ada pergerakan,” ujar Agus.
Hasil penilaian diumumkan pada akhir tahun. Desa akan masuk kategori Desa Hebat Purwa, Madya, atau Wisesa.
Bagi desa yang meraih predikat tertinggi, Pemkab menyiapkan dana pengembangan sebesar Rp1 miliar. (lis)


























Komentar