oleh

Rumput Lapangan Sepak Bola Senilai 600 Juta di Ganti Dengan Rumput Liar yang Menghiasi Stadion Batoro Katong

cakrawala7.com-Sungguh memprihatinkan kondisi Stadion Batoro Katong (BK) Ponorogo ini. yang berada di Jl Gondosuli. Pasalnya dari pantauan media dilapangan kondisi stadion BK seakan tak bertuan seakan tak terurus. Mulai dari tembok tribun bagian barat yang sudah tumbuh jamur menjadi nampak kusam dan kotor, hingga tumbuhnya rumput liar dengan subur.

Kondisi lapangan stadion Batoro Katong

Selain kondisi dinding tribun yang sudah ditumbuhi jamur karena bocornya atap tribun, juga suburnya rumput liar yang tumbuh di lapangan sehingga sangat menganggu orang yang sedang berolah raga. Selain mengurangi keindahan dan kenyamanan bagi siapa saja yang melakukan kegiatan berolah raga disana, stadion ini terkesan kumuh dan jorok.

Padahal stadion BK ini pada tahun 2013 lalu mendapatkan proyek rehap senilai 4,2 M dari dana APBN. Yang di kerjakan oleh PT Bayti Berkah Utama dari Jakarta ketika itu, dan menyeselesaikan pekerjaannya pada Pebruari tahun 2014. Bahkan untuk penanaman rumputnya saja menelan anggaran 600 juta.

Tetapi sekarang rumput yang mahal itu tertutup dan tergantikan rumput liar yang tumbuh dengan suburnya. Stadion yang diharapkan bisa menjadi tempat icon olah raga bagi masyarakat Ponorogo dan rencananya akan dipersiapkan untuk Porkab serta Liga Jatim ini terkesan amburadul pemeliharaannya.

” Layaknya petuah orang tua bilang mudah membangun tapi sulit untuk merawatnya”, bahkan stadion ini terkesan kurang mendapat perhatian. Sementara itu Pemkab berharap Ponorogo harus unggul dan maksimal dalam bidang olah raga, para atletnya diharapkan mampu membawa nama harum kota Ponorogo. Namun pada kenyataanya perawatan stadionya terbengkalai ,” keluh perempuan yang mengaku bernama Yesi ini.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Lintang Prasetya salah satu Mahasiswa yang mengeyam Pendidikan di kota Jogjakarta, setiap liburan dan pulang ke Ponorogo ia sering berolah raga joging di stadion BK tersebut. Menurutnya dengan kondisi stadion seperti ini sangat memprihatinkan.

“Setiap pulang ke Ponorogo saya sering joging sore hari di sini. Dan ketika melihat di dalam dilapangan stadion ini rasanya kurang nyaman ketika untuk lari. Karena rumputnya tumbuh setinggi lutut. Seperti ini harusnya dipotong. Saya tahu stadion Ponorogo seperti ini sudah lama. Yang jelas kurang nyaman buat olah raga. Ini harusnya dibenahi dan di rawat, supaya rumputnya tidak tumbuh liar, dinding tribunya juga harusnya dicat ulang supaya tidak kelihatan dekil dan jorok,” ungkap Lintang.

“Harapan saya siapapun yang berkuasa di Ponorogo ini, agar lebih memperhatikan tempat ini, supaya yang gemar berolah raga agar tetap semangat dan tidak takut terperosok karena landasan lapangan tidak kelihatan karena tertutup rumput liar,” imbuh mahasiswa Jogja ini

Begitu juga Bagus Triaji Pamungkas warga Banyudono Ponorogo, yang juga mengkritisi kondisi stadion BK yang tak terawatt ini.

Aktivitas olah raga di Stadion Batoro Katong Ponorogo

” Apakah tidak ada yang mengurus, padahal masih banyak yang olah raga di sini. Rumput liarnya tumbuh subur, pas di tribun kalau hujan bocor, sampah bertebaran di mana mana, membuat yang berolah raga tidak nyaman. Saya sendiri juga bingung mas kalau ingin berolah raga mau dimana, Sementara lapangan yang bisa buat berolah raga hanya disini, tapi kalau melihat kondisi stadoin seperti ini, mau komenetar apa juga tambah bingung saya, joroknya minta ampun,” jelas Triaji.

Bahkan dalam surat ijin yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas pada tanggal 21 Pebruari 2020, bahwa memberikan ijin kepada PSSI Kabupaten Ponorogo untuk penggunaan Lapangan Stadion BK tersebut untuk latihan kompetisi di Liga 3 tingkat Regional Jatim 2020. Pada surat ijin tersebut menerangkan bahwa mengijinkan mengunakan lapangan mulai bulan bulan Pebruari sampai dengan Juni 2020. Namun karena pandemi covid-19 belum terlaksana penggunaannya.

Surat ijin yang tertempel di pintu masuk sebelah barat stadion menerangkan berbagai macam peraturan. Aturan tersebut antara lain berbunyi, menjaga kebersihan, keindahan dan keamanan di lingkungan stadion BK, menjaga ke utuhan bangunan di lingkungan stadion BK, setelah menggunakan stadion BK agar dibersihkan kembali, dan lain sebagainya.

Namun ketidak nyamanan dan kurangnya keindahan itu terjadi meski lapangan tersebut tidak di gunakan. Karena kurangannya perawatan.

Kondisi tribun Stadion Batoro Katong Ponorogo

Sementara itu Kepala Disbudparpora Ponorogo, Agus Sugiarto menjelaskan akan melakukan perawatan stadion BK secara bertahap.

” Kami akan melakukan perawatan secara bertahap, target kita optimalkan untuk kebersihan dan sarana umum yang diperlukan, seperti joging dan lain-lain, untuk lapangan kita proyeksikan segera difungsikan dengan penataan rumput dan penyediakan pompa air untuk pemeliharaannya,” terang Agus. Rabu (17/6/2020).

Terkait banyaknya rumput yang mati padahal rumput yang ditanam dilapangan bola tersebut senilai 600 juta, pihaknya akan mengusulkan untuk penanaman kembali atau diganti baru. “Setuju mas rumput itu akan kita ganti, nanti akan kita usulkan penggantian rumput tersebut, tetapi juga harus diimbangi dengan pompa air supaya kalau kemarau cukup air agar tidak mati, ” imbuh Kepala Dinas.

Lebih lanjut Agus Sugiarto menjelaskan kalau pompa air sebetulnya sudah ada namun tidak optimal.

” Pompa air untuk penyiraman dan perawatan rumput ada mas, cuman memang belum optimal sementara mobil tangka yang berisi air memang tidak diijinkan untuk masuk. mohon doa restunya agar tahapan optimalisasi stadion segera bisa diwujudkan dan besuk kita tambah tenaga dan alat potong mudah-mudahan segera bersih dan nyaman,” pungkasnya.(KM)

Komentar

Leave a Reply

News Feed