oleh

LKPJ Ponorogo 2023, Indikator Kinerja Makro Tunjukan Hasil Positif

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang akrab dipanggil Kang Giri dalam kegiatan rapat paripurna di Gedung DPRD Ponorogo.

cakrawala7.com – Pembangunan tahun yang 2023 yang terangkum dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) sukses dijalankan dengan baik oleh Pemkab Ponorogo. Kamis. 04 April 2024

Hal ini terbukti dari indikator kinerja makro yang menunjukkan hasil positif. Kang Bupati Sugiri Sancoko memaparkannya pada sidang paripurna DPRD Ponorogo dalam rangka penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ponorogo akhir tahun anggaran 2023, Selasa (26/3/2024) di ruang paripurna DPRD Ponorogo.

Dipaparkan Kang Bupati bahwa nilai tukar petani (NTP) yang menggambarkan daya beli petani Ponorogo mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2022 di angka 116,65, pada tahun 2023 meningkat menjadi 116,94.

“Capaian ini juga melampaui capaian NTP Nasional dan Provinsi yang masing-masing sebesar 116,73 dan 107,43,” ucap Kang Bupati.

Pun dengan pertumbuhan ekonomi Kota Reog, pada tahun 2023 memuaskan, mencapai angka 5,14%. Bahkan pertumbuhan ini lebih baik dari angka nasional dan provinsi.

“Untuk nasional sebesar 5,05% dan provinsi yang sebesar 4,95%,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi itu, dijelaskannya, juga diikuti dengan semakin baiknya distribusi pendapatan dan menurunnya ketimpangan di Kota Reog. Hal itu ditunjukkan dengan capaian indeks gini sebesar 0,341, melampaui dari target 0,400.

“Capaian Indeks Gini Kabupaten Ponorogo jauh lebih rendah dibandingkan Indeks Gini Provinsi dan Nasional,” paparnya.

Kualitas hidup masyarakat Ponorogo, lanjutnya, juga semakin baik. Indeks pembangunan manusia (IPM) yang mengukur hal itu menunjukkan capaian positif. Pada tahun 2023 berada di angka 73,22, meningkat dari 71,87.

“Komponen IPM itu ada umur harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita,” jlentrehnya.

Pun dengan kemiskinan di Ponorogo, ternyata semakin menurun. Pada tahun 2023 mampu ditekan hingga mencapai 9,53%, melampaui target 9,74%.

“Jika dibandingkan dengan kabupaten sekitar seperti Kabupaten Magetan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ngawi, persentase penduduk miskin di Kabupaten Ponorogo masih yang terendah,” ungkapnya.

Kang Bupati juga memaparkan lapangan pekerjaan di Ponorogo dari tahun ke tahun semakin terbuka. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT). Jika pada tahun 2022 masih di angka 5,51 persen, pada tahun 2023 turun menjadi 4,66 persen.

“TPT di Ponorogo masih lebih rendah jika dibandingkan TPT Nasional maupun TPT Provinsi,” ucapnya.

Capaian positif juga ditunjukkan upaya penurunan angka stunting. Jika pada tahun 2022 masih di angka 14,20 persen, pada tahun 2023 berdasarkan bulan timbang prevalensinya 9,33 persen. (lis)

Komentar

Leave a Reply

News Feed