oleh

Sugiri Sancoko Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Cakrawala7.com.Ponorogo – Semakin bertambahnya jumlah pasien yang terkonfirmasi wabah Covid-19 akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Ponorogo, menimbulkan reaksi keprihatinan dari berbagai elemen mayarakat. Reaksi keprihatinan tersebut salah satunya muncul dari seorang Sugiri Sancoko.

Keprihatinan ini diaplikasikan dengan menyalurkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD), sabun pencuci tangan, dan cairan Disinfektan ke sejumlah puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Ponorogo, dan ke masjid-masjid yang sedianya akan menyelenggarakan sholat Idul Fitri 1441 H. Jumat (22/05/20)

Sugiri Sancoko Berbagi di tengah wabah covid-19

‘’Kami melihat bahwa fenomena ini sangat ekstra ordinary (red ,luar biasa), dimana sholat Ied berjama’ah disarankan untuk tidak dilakukan bahkan di larang. Karena semata-mata langkah ini diambil untuk bisa mencegah dan memutus mata rantai penyabaran Corona Virus Disease. Namun kita tidak bisa sepenuhnya melarang, karena pada kenyataannya besok masih banyak masjid yang akan menyelenggarakan sholat Ied berjama’ah” terang Giri.

“Langkah ini saya rasa merupakan solusi atau jalan tengah sekaligus langkah antisipasi apabila besok banyak masjid yang melakukan sholat Ied yang tentunya akan banyak didatangi para jama’ah. Dan tentunya saya berharap semoga langkah ini bisa mengetuk pintu hati kepada semua pihak agar bisa melakukan hal yang sama. Memang kami melakukan hal yang kecil dengan jumlah yang kecil” imbuh Sugiri Sancoko .

Seperti yang diketahui kemarin, Jum’at (22/05/20) sebanyak 500 Alat Pelidung Diri (APD) dibagikan ke puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo. Selain itu juga membagikan sabun untuk mencuci tangan, dan Hand Sanitizer yang disalurkan ke sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Ponorogo.

‘’Kami mencoba dengan langkah kecil membantu para medis yang berada di garis depan satgas Covid-19 dengan mencukupi sejumlah Alat pelidung Diri (APD), serta membagikan sejumlah Hand Sanitizer ke sejumlah masjid. Karena seperti yang kita ketahui, seperti apa resiko para medis ketika harus berada di garis terdepan untuk mencegah penyebaran virus ini. Demikian juga dengan ibadah dan keamanan untuk kesehatan (red protokol Covid-19) harus bisa disandingkan sebagai dua sisi yang berbeda” pungkasnya.

Reporter NS

Komentar

Leave a Reply

News Feed