oleh

Pemerhati Pendidikan Diono Suwito : Profil Calon Ketua PGRI Ponorogo Kedepan Harus Jelas Rekam Jejaknya Diketahui Publik

Diono Suwito, pemerhati pendidikan setempat yang sudah malang melintang di dunia NGO bidang pendidikan.

cakrawala7.com – Rekam jejak calon ketua PGRI Ponorogo masa bakti 2025-2030 yang harus diketahui oleh publik, baik dari sisi pencapaian prestasi maupun integritas. Sabtu, 21 Juni 2025

Hal ini disampaikan oleh Diono Suwito, pengamat sekaligus praktisi pendidikan di Kabupaten Ponorogo.

“Ada tiga nama calon yang akan maju pada pemilihan ketua PGRI yang akan datang, seperti Imam Saifudin, Edi Supriyanto dan Ruskamto,” terang Diono Suwito.

Menurutnya, masing-masing calon mempunyai segudang prestasi dan rekam jajak pada saat meraka mengabdi di institusi pendidikan Kabupaten Ponorogo.

“Semua punya prestasi dan rekam jejak pada saat beliau beliau mengabdi di dunia pendidikan, seperti : Imam Saifudin sebagai Ketua MKKS dan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ponorogo sekaligus plt pada SMP Negeri 1 Ponorogo yang merupakan sekolah unggulan. Kemudian, Edi Supriyanto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang SD di Dinas Pendidikan, beliau merupakan sosok yang tangguh dan teladan bahkan pernah mengangkat stafnya (TU) ditingkat nasional pada saat beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah SD di Ngrayun tak hanya itu beliau juga menjadi salah satu nominator terbaik pada saat Asesmen Eselon 2. Demikian juga dengan Ruskamto yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 5 degan berbagai macam catatan dan prestasinya. Saat ini beliau menjadi pengurus PGRI,” ungkap Diono Suwito.

Menurut Diono, PGRI harus lebih peka dalam menyikapi berbagai macam persoalan termasuk tenaga honorer yang belum mempunyai kesempatan masuk Dapodik.

Dalam pemilihan calon Ketua PGRI yang akan datang jika ditemukan pengkondisian oleh salah satu nama calon hal itu tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik yang mencerminkan pencerahan kepada calon pemilih.

Harapannya, pendidikan di Ponorogo yang terkenal mahal bahkan di seluruh Provinsi Jawa Timur, PGRI harus ikut bersuara karena memiliki pengaruh dan berdampak besar. PGRI bukan one mens show dalam struktur ke-organisasinya jika salah satu pengurusnya berhalangan dapat di delegasi kan kepada wakil ketua, sekertaris dan bidang-bidang yang ada dibawahnya sehingga tidak terkesan mati suri. (ain)

Komentar

Leave a Reply