oleh

Bupati Sugiri Ajak Diaspora Ponorogo Majukan Bumi Reog

Bupati Sugiri Ajak Diaspora Ponorogo Majukan Bumi Reog
Pagelaran Reog Ponorogo dalam rangka Halal bi Halal diaspora Ponorogo.

cakrawala7.com – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, berharap besar kepada para diaspora dan perantau asal Ponorogo untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Kota Reog. Kontribusi tersebut bisa dilakukan melalui kemampuan serta perannya masing-masing.

Hal ini ia sampaikan pada Pagelaran Reog Ponorogo dalam rangka Halal Bi Halal Sedulur Warok Ponorogo (SWP) Bekasi dan Sedulur Warok TNI Polri (SWTP) Ponorogo Se-Jabodetabek, dua sayap Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo), Senin (24/4/2023) di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo.

“Ponorogo mari dipikirkan bersama-sama oleh siapapun yang memiliki rasa memiliki Ponorogo dan tumpah darah Ponorogo,” pinta Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo.

Kang Giri yakin kontribusi mereka sangat bermanfaat bagi kemajuan Kota Reog. Mengingat besarnya jumlah diaspora dan perantau dari Ponorogo yang tersebar di berbagai daerah dan sektor-sektor strategis. Begitu juga dengan kecintaan dan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran tidak perlu diragukan lagi.

“Pawargo keren-keren, banyak orang hebat, Pak Susiwijono salah satunya. Ijinkan kami berguru kepada panjenengan. Kami ajak berpikir bagaimana memajukan Ponorogo,” ucapnya.

Susiwojono Moegiarso ketua Umum Pawargo mengamini apa yang disampaikan oleh Kang Giri. Karena itu, ia mempunyai keinginan untuk menyatukan para diaspora Ponorogo di berbagai daerah dalam payung organisasi Pawargo. Komunikasi dan jejaring semakin diperkuat untuk menguatkan langkah konkrit kontribusi bagi tanah kelahiran.

“Kami dengan jajaran Pawargo selama ini ingin betul menyatukan masyarakat Ponorogo di berbagai daerah. Berharap potensinya bisa bermanfaat besar untuk kemajuan Ponorogo dan keluarga besar Ponorogo di mana saja,” ujar Susiwojono yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI tersebut.

Diaspora Ponorogo, tekannya, mempunyai kecintaan dan ikatan batin yang kuat dengan Ponorogo. Hal ini ia contohkan, para diaspora menjadi yang terdepan melestarikan dan mengembangkan kesenian Reog Ponorogo di tanah perantauan.

“Sebagai warga Ponorogo tidak bisa meninggalkan seni Reog. Di Jabodetabok setiap bulan purnama melakukan acara, dan di anjungan TMII Pawago paling aktif daripada darerah lain. Kami Pawargo siap mendukung kemajuan Ponorogo tercinta,” tekannya. (lis)

Komentar

Leave a Reply

News Feed