oleh

TPID Pemkab Ponorogo Pastikan Kebutuhan Pokok Aman Jelang Lebaran

PASTIKAN STABIL : Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan harga kebutuhan pokok di pasar menjelang lebaran aman dan stabil.

cakrawala7.com – Jelang lebaran Idulfitri 1446 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo menyiapkan beberapa strategi khusus guna mencegah tidak terkendalinya harga serta memastikan ketersediaan pahan pokok di Bumi Reog.

Dipimpin langsung Kang Bupati Sugiri Sancoko high level meeting digelar TIPD Ponorogo (11/3/25), untuk memetakan situasi terkini dan merumuskan strategi pengamanan stok bahan pokok dan pengendalian inflasi.

Menurut Kang Bupati Sugiri, kenaikan harga menjelang Lebaran merupakan pola yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan, sementara pasokan belum tentu sebanding.

Pola berulang inilah diharapkannya mampu diantisipasi dengan baik agar tidak memberatkan masyarakat saat Lebaran.

“Ketika demand tinggi supply-nya agak terlambat pasti harganya naik, begitu sebaliknya. Biasanya kalau menjelang lebaran ini agak tinggi, dan habit tiap tahun jelang lebaran seperti itu,” ucap Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Ketua TPID Ponorogo, Agus Pramono, menjelaskan bahwa pemantauan harga dan pasokan menjadi langkah utama dalam pengendalian inflasi.

Pemantauan dilakukan dengan inspeksi langsung ke pasar, gudang, dan distributor, serta melalui sistem informasi daring seperti Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) guna memastikan data harga dan stok tetap akurat.

Selain itu, TPID juga akan menggelar operasi pasar murah di enam lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan harga bahan pokok di pasaran.

“Kita kerjasama dengan Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Perdagkum akan melakukan operasi pasar,” ucap Agus Pramono.

Upaya lainnya adalah menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas tertentu yang tidak tersedia atau produksinya di Ponorogo terbatas.

“Ada yang memang harus di supply dari daerah lain. Maka akan kita adakan kerja sama dengan daerah-daerah penghasil,” tambahnya. (lis )

Komentar

Leave a Reply

News Feed