
Cakrawala7.com – butuh waktu 22 hari, jembatan di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kab. Ponorogo yang roboh akibat diterjang banjir pada pertengahan Maret lalu, selesai dibangun.
Kini akses utama bagi warga di empat dusun tersebut, berdiri kokoh dengan struktur baru menggunakan panel logam portable (jembatan bailey).
Panjangnya juga ditingkatkan, dari semula 8 meter menjadi 15 meter, dengan lebar 3 meter.
Selasa, (6/5/25), menandai selesainya pembangunan, jembatan sementara itu diresmikan langsung oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wabup Bunda Lisdyarita.
“Kita syukuri Alhamdulillah jembatannya sudah jadi. Ini prosesnya mendesak, darurat, dan harus dikerjakan bersama maka kerja serentak, taktis, gercep, kita lakukan,” ungkap Kang Bupati.
Ia berharap dengan dibangunnya jembatan ini aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
“Semoga ekonomi masyarakat kembali bergerak, aktivitas seperti sekolah, bekerja, dan bertani bisa normal lagi,” tambahnya. (lis)
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa karena sifatnya darurat, pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kita putuskan sesuai skema darurat yaitu mengikuti instruksi rilis BMKG yang berakhir tanggal 30 April harus selesai. SPMK saya keluarkan 27 Maret. Tanggal 28 libur Lebaran, dan pekerjaan aktif dimulai 9 April hingga selesai 30 April. Total pengerjaan tepat 22 hari,” jelasnya.
Sebelumnya, pada 17 Maret 2025, hujan deras menyebabkan pondasi sisi timur jembatan terkikis hingga roboh.
Selain faktor cuaca ekstrem, kondisi pondasi lama yang tidak pernah direhabilitasi sejak 2007 diduga turut memperparah kerusakan.
Akibat kejadian ini, lebih dari 400 warga terdampak dan aktivitas sehari-hari mereka sempat terganggu. (lis)





















Komentar