oleh

ICMI Orda Ponorogo Siap Dibentuk, Pemerintah Daerah Dukung Sinergi Cendekiawan untuk Kemajuan Daerah

 

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia- Ponorogo siap dibentuk dan bersinergi dengan pemerintah daerah.

cakrawala7.com  – Rencana pembentukan Organisasi Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Ponorogo memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Tim Formatur ICMI Orda Ponorogo dengan Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, serta Kepala Bidang Pemerintahan Setdakab Ponorogo, Bambang Suhendro. Rabu, 8 Juli 2026.

Audiensi berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo pada Rabu (8/7/2026) pukul 15.30–16.00 WIB dalam suasana penuh keakraban dan semangat membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kalangan cendekiawan Muslim.

Tim Formatur ICMI Orda Ponorogo dipimpin oleh Ketua Formatur, Muhamad Fajar Pramono, didampingi anggota formatur lain, Alif Sugianto, Martha Eri Safira, Veri Setiawan, Nanik Budiati Muawanah, Dewi Iriani, Lely Mahartina, Sanusi, Dhika Amalia Kurniawan, dan Henny Nailuvary.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Lisdyarita menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan ICMI Orda Ponorogo. Menurutnya, kehadiran organisasi yang menghimpun para cendekiawan Muslim diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Kami menyambut baik pembentukan ICMI Ponorogo. Pemerintah Kabupaten Ponorogo siap bersinergi dengan ICMI dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Lisdyarita.

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia saat diterima Plt Bupati Ponorogo di rumah dinas Bupati Pringgitan.

Sementara itu, Ketua Formatur ICMI Orda Ponorogo, Muhamad Fajar Pramono, menjelaskan bahwa ICMI sejak berdiri telah menjadi rumah besar para cendekiawan Muslim Indonesia yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, figur pendiri dan tokoh nasional seperti B. J. Habibie telah menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dapat dipadukan untuk kemajuan Indonesia.

Ia menambahkan bahwa semangat tersebut kini terus direfleksikan oleh para cendekiawan Muslim Indonesia, termasuk Arif Satria, yang dikenal sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor periode 2017–2026 dan dipercaya memimpin Badan Riset dan Inovasi Nasional. Sosok tersebut dinilai merepresentasikan paradigma cendekiawan yang transformatif, inovatif, dan inklusif.

“ICMI harus menghadirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mentransformasikan ilmu menjadi solusi bagi masyarakat. Keberadaan ICMI harus memberikan dampak positif di mana pun berada, termasuk bagi kemajuan Kabupaten Ponorogo,” ungkap Muhamad Fajar Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Formatur juga memohon arahan, dukungan, serta sinergi dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar proses pembentukan ICMI Orda Ponorogo dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan organisasi. Kehadiran ICMI diharapkan menjadi wadah kolaborasi para akademisi, profesional, birokrat, pengusaha, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, serta nilai-nilai keislaman yang moderat dan berkemajuan.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun kemitraan yang produktif antara Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan ICMI Orda Ponorogo sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Ponorogo yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadaban.

Komentar

Leave a Reply