oleh

Bupati Sugiri Sancoko Tidak Mau Dikalungi Bunga, Berikut Penjelasannya

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko saat berkunjung ke salah satu sekolah yang ada di kabupaten Ponorogo

CAKRAWALA7.COM – Kalung bunga menjadi tradisi dalam penyambutan para pejabat yang menghadiri suatu acara. Namun, Bupati Baru Ponorogo Sugiri Sancoko menolak saat prosesi pengalungan bunga. Rabu, 3 Maret 2021.

Seperti pada saat melakukan kunjungan di MTsN 2 Ponorogo, Selasa (2/03/21), Bupati Sugiri Sancoko tidak mau menerima prosesi kalungan bunga.

Secara halus, Bupati yang diusung partai kecil itu minta maaf tidak bersedia dikalungi.

“Mohon maaf, saya tidak usah dikalungi bunga,” ucap Sugiri kepada kepala MTsN 2 Ponorogo.

Kepada media, Bupati asal Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung itu menjelaskan terkait alasan kenapa tidak mau dikalungi bunga.

Sugiri menjawab, bahwa sebagai Bupati, ia adalah pelayan masyarakat. Sehingga tidak peru prosesi pengalungan bunga seperti kebiasaan sebelumnya.

“Wes ora mboys kalungan bunga, saya bukan siapa-siapa, saya abdi rakyat jadi jangan dikalungi,” tegasnya.

Sugiri tidak ingin, penghormatan itu membuatnya sombong dan akhirnya jatuh. “Saya khawatir dikalungi bunga terus ditepuk tangani, saya melambung ke atas kemudian jatuh, wah bisa bahaya,” katanya.

Sugiri lebih bangga bisa bekerja bersama rakyatnya. “Sudah lah kita tidak bangga dengan prosesi pengalungan bunga, yang kita banggakan bagaimana kita bisa bergotong royong untuk bersama-sama membangun Ponorogo lebih hebat dan bermartabat. Itu yang lebih penting,” paparnya.

Sementara itu, Tarib Kepala MTsn 2 Ponorogo mengaku senang karena madrasahnya menjadi sekolah pertama yang dikunjungi Bupati Sugiri Sancoko.

Tarib mengaku mendapat pelajaran berharga di awal kunjungan Bupati Sugiri yang tidak mau menerima pengalungan bunga.

Tarib mengaku terharu dengan sikap Bupati Baru Ponorogo yang sederhana. “Bupati Sugiri menghilangkan kasta yang ada, sederhana dan memang Bupatine Wong Cilik,” ungkapnya.

Tarib juga sangat terkesan dengan Bupati Sugiri karena ternyata mengundangnya cukup mudah.

“Mengundang beliau penake ora mekakat.(mengundang beliau sangat mudah sekali) Ketika saya ke pringgitan pas boyongan saya nyuwun kerso rawuh ke MTsN 2 biar anak anak marem (senang) langsung dijawab dengan sigap yowes sesuk rono,” pungkasnya. (“)

Komentar

Leave a Reply

News Feed