oleh

Unjuk Karya di Pendopo Agung Ponorogo Plt. Bupati dan Pengurus Organisasi Perempuan se-Bakorwil Madiun

Plt Bupati Ponorogo bersama sejumlah pengurus Organisasi Perempuan se-Bakorwil Madiun.

cakrawala7.com – Pendopo Agung Ponorogo,(14/10) menjadi tempat pemerintah daerah memperkenalkan karya dan kiprah perempuannya kepada ratusan pengurus organisasi perempuan se-Bakorwil I Madiun.Senin, 19 Oktober 2026.

Kesempatan itu hadir lewat Forum Sinergi Perempuan, forum rutin yang tahun ini menempatkan Ponorogo sebagai tuan rumah.

Para peserta, yakni pengurus TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, dan Perwosi, disambut bazar UMKM yang diisi stan kuliner, batik, dan produk kreatif.

Mereka juga disuguhi penampilan Reog Perempuan Sardulo Nareswari serta pentas seni dari pengurus organisasi perempuan Bumi Reog.

Menurut Plt. Bupati Bunda Lisdyarita, semua itu membuktikan perempuan punya peluang yang sama untuk berkarya dan memegang peran penting.

Peran mereka tidak berhenti di rumah. Perempuan, ungkapnya, juga bisa menggerakkan perubahan di tengah masyarakat.

Ia menyebut perempuan yang berdaya akan membentuk keluarga yang kuat, dan dari keluarga yang kuat lahir masyarakat yang tangguh sebagai modal pembangunan daerah.

“Perempuan harus menjadi subjek, pelaku, dan penggerak pembangunan,” tegasnya.

Plt. Koordinator TP PKK Bakorwil I Madiun, Fitri Heru Wahono, menyebut tiap organisasi punya bidang garapan masing-masing.

Namun tujuannya sama, yaitu memberdayakan perempuan, menjaga ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas SDM, dan ikut mengurus persoalan sosial di daerah.

Karena itu, ia berharap forum tersebut menjadi tempat tukar pengalaman dan mencari jalan keluar atas persoalan dihadapi.

“Kalau ada potensi yang bisa dikembangkan, mari kita dukung bersama. Kalau ada masalah di masyarakat, mari hadir bersama mencari solusinya,” katanya.

Sekretaris TP PKK Jawa Timur, Nia Wayanti Ali, menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, apalagi dengan persoalan yang makin beragam.

Ia menilai organisasi perempuan punya posisi penting karena dekat dengan keluarga dan lingkungan warga.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu gerakan bersama dari semua unsur masyarakat, termasuk organisasi perempuan,” ujarnya. (lis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *