
cakrawala7.com – Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita menghadiri Opening Ceremony Festival Ekonomi Syariah (FESyar), Sabtu (27/9/26) di Grand City Mall Surabaya. Event tahunan yang digelar Bank Indonesia itu, menjadi ruang untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur.
Rangkaian acara digelar 25-27 September 2026 dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Ratusan stand UMKM terlibat dan puluhan acara dilaksanakan sebagai upaya menjangkau pasar produk lokal lebih luas dan naik kelas.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus mengembangkan sektor ekonomi syariah di Jawa Timur.
Di Jawa Timur sendiri, Khofifah memaparkan bahwa aset perbankan syariah mencapai nilai Rp9.937,19 triliun. Aset ini menjadi salah satu bukti semakin berkembangnya sektor keuangan syariah sekaligus memperkuat potensi ekonomi syariah di Jawa Timur.
Dijelaskan Khofifah, bahwa saat ini pemerintah terus memperkuat ekosistem halal melalui berbagai program dan kebijakan. Seperti, menetapkan 22 zona kuliner halal, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.
Selain itu, ekosistem halal juga diperkuat Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten dan kota dengan menerbitkan 703.853 sertifikat halal untuk sekitar 1,8 juta produk. Sertifikat tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.
“Nilai aset perbankan di Jawa Timur mencapai 9.937,19 triliun. Dan ini menjadi bagian yang penting bahwa pondasi ekosistem halal di Jawa Timur saat ini terus berkembang dengan dukungan semua elemen terutama bupati/walikota,” ungkapnya
Khofifah berharap, kolaborasi penguatan ekositem syariah melalui Bank Indonesia di Jawa Timur terus berlanjut. Sehingga, semakin membuka peluang peningkatan produk halal dan memperluas akses pasar, serta meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap bahwa Fesyar 2026 akan makin banyak menghasilkan transaksi pembiayaan, kemitraan usaha, inovasi, dan perluasan pasar. Fesyar harus menjadi tempat lahirnya kerja sama yang terus berlanjut. Pada akhirnya ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tapi juga seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkan,” tambahnya. (*)

















Komentar